Rabu, 24 Oktober 2018

pengertian berita dan unsur layak berita


Kata Berita berasal dari Bahasa sansekerta, yaitu Vrit yang artinya ada, atau terjadi. Sebagian orang menyebutnya Vritta yang artinya kejadian atau peristiwa yang sudah terjadi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI) terbitan Balai pustaka, arti berita di perjelas menjadi, Laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Oleh karena itu, maka dapat di simpulkan bahwa, Berita adalah Laporan tentang suatu peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi maupun sudah terjadi. Unsur layak Berita Apa saja unsur – unsur berita dan seberapa pentig unsur – unsur berita ? Berdasarkan kode Etik jurnalistik, bahwa sebuah berita pertama – tama harus cermat dan tepat atau istilah jurnalistik, harus akurat, selain dari itu berita juga harus lengkap ( complete ), adil ( Fair ), dan berimbang ( Balanced ). Dalam sebuah berita tidak boleh mencampurkan fakta dan opini, sebuah berita harus ringkas ( Concise ), jelas dan hangat. Berikut beberapa unsur berita.
  • Akurat Seorang wartawan harus hati – hati dalam menulis sebuah berita, mengingat dampak luas yang di timbulkan sebuah berita, kehati – hatiannya di mulai dari kecermatan terhadap Ejaan nama, tanggal, dan usia serta disiplin diri untuk melakukan pemeriksaan ulang atas keterangan dan fakta yang di temuinya, agar berita yang akan di sajikan harus betukl – betul akurat dan memberikan kesan yang umum kepada pembac
  • Lengkap adil dan berimbang Bagi seorang wartawan, untuk menyusun sebuah laporan atau tulisan yang adil dan berimbang tidaklah sesulit memilihara objektivitas. Lengkap adil dan berimbang berarti tidak mengurangi fakta – fakta yang akurat dengan memasukan fakta ynga sifatnya longgar atau tidak relevan, atau menghilangkan fakta – fakta yang seharusnya di tuliskan dalam sebuah berita, seorang wartawan harus melaporkan apa yang sebenarnya di peroleh di lapangan.
  • Objektif Selain akurat, berita yang di sajikan harus objektif, dalam artian berita yang dibuat harus selaras dengan kenyataan, tidak berat sebelah, bebas dari prasangka.
  • Ringkas dang jelas Mitchel V Charnley berpendapat bahwa, laporan berita dibuat dan ada untuk melayani sebaik – baiknya. Berita yang di sajikan haruslah dapat dengan cepat di cerna, ini artinya sebuah tulisan haruslah ringkas, jelas, dan sederhana, tidak banyak menggunakan kata – kata, harus langsung dan padu. Penulisan berita yang efektif akan memberikan efek yang mengalir, ia memiliki warna alami dan tanpa berelok – elok atau tanpa kepandaian dalam bertutur yang berlebihan. 
  • Hangat Sebuah berita harus hangat dalam artian selalu baru, atau dalam bahasa Inggris disebut NEWS. Ada juga pendapat dari beberapa pakar jurnalistik lainnya, Bahwa untuk menilai apakah suatu kejadian atau perisiwa dianggap layak dikemas jadi sebuah berita atau tidak, reporter harus dapat melhat unsur – unsure yang dapat di jadikan pertimbangan agar berita tersebut menjadi menarik untuk di baca , di dengar, atau di tonton, karena berita sesungguhnya memilik nilai atau bobot yang berbeda antara satu dan lainnya. Menurut Brian S Brooks, George Kennedy, Darly R . Meon dan Don Ranly dalam News reporting and Editing ( dalam sumandiria 2006 ) menuju kepada beberapa hal, sebagai berikut. 
  • Aktual (Timeliness) Berita yang sedang atau baru saja terjadi ( aktualitas waktu dan masalah ). Contoh  Demo FPI terkait Pernyataan Ahok yang di anggap menistakan agama, harus di proses secara hokum. 
  • Keluarbiasaan ( Unusualness ) Luarbiasa memberi kesan kepada pembaca atas peristiwa yang di beritakan, dan apa yang diberitakan jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi. Contoh  Seokor Kucing yang baru lahir dengan bentuk kakinya menyerupai kaki manusia. 
  • Akibat (Impact) Akibat dalam artian, Dampak dari sebuah berita terhadap publik. Contoh  Harga BBM akan naik dari Rp 7000.00 per Liter menjadi Rp 12.000 per liter. 
  • Kedekatan ( Proximity ) Peristiwa atau kejadian yang di beritakan memiliki kedekatan dengan pembaca, baik secara geografi maupun emosional. Contoh TKW Indonesia di Arab meninggal denga cara yang tidak wajar. 
  • Informasi ( Information ) Apa yang di beritakan adalah informasi. Menurut Wilbur Schramm, Informasi adalah sesuatu yang bisa menghilangkan ketidak pastian. Contoh Pemerintah Batal menaikan harga BBM
  • Konflik ( Conflict ) Berita atau kejadian yang di beritakan berupa konflik atau pertentangan. Contoh Dewi Persik dan Julia Perez terlibat saling lapor di kepolisian usai terlibat perkelahian di lokasi syuting sebuah film horror. 
  • Tokoh Penting ( Public figure/ news maker ) Laporan peristiwa atau kejadian yang melibatkan tokoh penting di dalamnya, yang akan menarik perhatian public. Contoh Telinga Ahmad Dani putus di gigit tikus saat ia sedang lelap tidur.
  • Kejutan ( Surprising ) Peristiwa atau kejadian yang di beritakan member kejutan kepada pembca. Contoh  Monumen Nasional ( Monas ) hancur berkeping – keeping oleh serangan Bom bunuh diri pesawat teroris. 
  • Ketertarikan Manusia ( Human interest ) Peristiwa atau kejadian yang di beritakan menyentuh secara emosional, seperti membangkitkan rasa ibah, simpati, amarah dan lain sebagainya. Contoh Seorang pemulung terpaksa berjalan kaki sejauh 10 km sembari menggendong jasad anaknya lantaran tak mampu menyewa ambulance. 
  • Seks ( sex ) Laporan tentang peistiwa atau kejadian yang mengandung unsur seksnya. Contoh Nikita mirzani kembali menghebohkan dengan foto setenga bugil yang beredar di internet. Itulah nilai – nilai berita yang harus di perhatikan seorang reporter dalam menulis sebuah peristiwa atau kejadian.
Daftar Pustaka

 prof . Dr. Budyatna Muhammad, M.A. Jurnalistik Teori dan praktik, Bandung, PT Remaja Rosdakarya 2005. Barus Willing Sedia, Jurnalistik, Petunjuk teknis menulis berita, PT Aksara pratama 2010. Suryawati Indah. Jurnalistik Teori dan praktik, Penerbit Ghalia Indonesia, Desember 2011.

Manfaat Menulis



Menulis merupakan suatu aktifitas untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan baik itu di kertas atau pun komputer dan teknologi lainnya, bagi sebagian orangg yang sudah terbiasa menulis, maka menulis adalah hal yang mudah dan menyenangkan, namun bagian sebagian orang yang belum terbiasa, hal ini akan sangat sulit bagi mereka untuk menulis atau menuangkan ide-ide kreatif mereka dalam bentuk sebuah tulisan.

Menulis tidak hanya mereka yang berkecimpung di dunia sastra ataupun dunia jurnalistik, tetapi semua orang hendaknya menulis kegiatan hariannya, atau semacam catatan perjalanan guna mengabadikan sejarah semasa hidupnya.

Berikut beberapa manfaat bagi mereka yang seing menulis :
  • Mempertajam daya ingat, Seseorang yang sering menulis tidak akan mudah untuk  lupa, atau menjadi pikun, karena Ia selalu melatih otak untuk berpikir dan mengingat peristiwa-peristiwa penting, yang Ia alami atau amati, dan berusaha untuk menuliskannya.
  • Menulis akan menjadikan seseorang kaya akan pengetahuan, karena menulis seseorang akan di tuntut  untuk mecari hal-hal baru untuk dijadikan bahan referensi.
  • Menulis akan menjadikan seseorang pribadi yang tenang dalam bertindak dan mengambil keputusan ketika situasi atau keadaan lagi tidak stabil.
  • Menulis akan membuat seseorang mudah untuk dikenang walaupun ia sudah tidak ada lagi di dunia.
  • Menulis akan membantu seseorang untuk mengenali pribadinya dengan baik.
  • Yang terakhir, bahwa sadar atau tidak ketika menulis maka anda telah turut mengambil alih dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Betapa Menyenangkan Menjadi Seorang Jurnalis


Menjadi seorang jurnalis bukanhal yang mudah, seseorang perlu memiliki mental, dan pengetahuan yang luas, siap untuk bekerja tanpa mengenal waktu. seseorang jurnalis akan dituntut untuk menguasai berbagai bidang ilomu, baik Ilmu Alam maupun Ilmu Sosial.
Namun tahukah anda ? bahwa betapa menyenangkan menjadi seorang jurnalis, berikut beberapa kelibihan yang dimiliki seorang jurnalis.

1. Pintar menulis, merupakan satu kriteria yang paling utama yang harus dimiliki seorang Jurnalis.

2. Memiliki banyak kenalan, mulai dari orang-orang kecil hingga orang-orang besar atau pejabat            publik.


3. Bekerja sambil rekreasi, dalam bertugas sebagai seorang wartawan maka anda akan ditugaskan            untuk membuat liputan di berbagai tempat, bahkan luar Negeri, tanpa mengeluarkan biaya                  pribadi.

4. Selalu mendapat pengetahun baru setiap hari, dalam melakukan liputan di berbagai bidang seperti,      Hukum, pendidikan, Ekonomi, Wisata, Olahraga, Budaya, Kuliner, dan masih banyak lagi                    bidang lainnya yang akan menambah pengetahuan seorang jurnalis setiap harinya.

5. Tidak pernah ketinggalan informasi, selalu mengetahui hal-hal barui terlebih dahulu, sebelum              diketahui oleh orang lain.

6. Di segani oleh masyarakat maupun pemerintah.

7. Dilindungi Undang-undang, dalam melakukan tugas sebagai seorang jurnalis.

8. Memiliki segudang karya sepanjang hidup.

Minggu, 21 Oktober 2018

Sejarah Perkembangan Jurnalistik



Istilah jurnalistik berasal dari kata Journal (Inggris) yang artinya catatan harian mengenai suatu peristiwaatau kejadian, kata journal berasal dari kata latin yakni Diurnalis artinya harin atau tiap hari.dari beberapa asal usul kata ini lah kemudian muncul istilah baru yang sekarang kita kenal dengan istilah jurnalistik. 


Ilmu jurnaalistik pertamakali diajarkan disalah satu perguruan tinggi yakni universitas Bazel, Swis, 1884 dengan bahasa jerman Zeitungskunde yang artinya pengetahuan dibidang persuratkabaran, Zeitungskunde pertama kali dikenalkan oleh seorang pakar ekonomi bernama Karl Bucher (1847-130), setelah sistematika, metode riset dan peristilahannya disempurnakan dan objek studinya dipertajam kemudian diajarkan secara luas dibanyak universitas, dan namanya diubah menjadi Zietungswissenschaft. 

Seiring berkembangnya ilmu persuratkabaran pada saat itu dimana dibarengi dengan adanya penemuan media elektronik seperti radio dan televisi sebagai media komunikasi, dan semakin menambah objek studi yang kompleks, oleh karena itu pada tahun 1930 muncullah perdebatan dikalangan para ahli tentang nama persuratkabaran yang mulai beralih ke nama publizistik, bayak pakar yang dalam pedebatan itu lebih mengarah kepada nama publizistik. 

Publizistik berasal dari bahasa latin yakni Publicare yang artinya mengumumkan dalam bahasa jerman disebut Publizieren yang akhirnya menjadi sebutan bagi ilmu publistik. 

Walter Hagemann dalm bukunya grundzuge der Publizistik (1947) yang dikutip Ton Kertapati dalam Barus Wiliam Sedia: Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita(3:2010) “Publistik ialah suatu pengajaran tentang pernyataan umum mengenai isi kesadaran yang aktual” (ist die lehre von der offentichen aussage aktueller bewustseinsinhalte), selain itu, Adinegoro (Toko pers Indonesia) dalam bukunya Publisistik dan Djurnalistik (1961) Dalam Barus Wiliam Sedia: Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita (3:2010) “ Publistik ialah ilmu pernyataan antarmanusia yang umum dan aktual serta bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu mulai dari ditimbulkan orang sampai tersiar dalam pers, radio, dan sebagainya serta akibatnya bagi sipenerima pernyataan itu.” 

Namun setelah perang dunia II selesai terjadi beberapa perubahan dalam duani Publizisstik terutama di America Serikat (AS) yaitu penyalahgunaan ilmu Publizistik sebagai alat propaganda Nazi atas kepemimpinan Adolf Hitler. 

Awalmula Praktek Jurnalistik 

Pada umumnya banyak literatur jurnalistik yang menyebutkan bahwa praktek jurnalistik pertama kali ialah Acta Diurna, diterbitkan pada zaman Julius Chesar (60 SM) dimana praktek kegiatan jurnalistik berkisar pada hal-hal yang sifatnya informatif terutama kepentingan kerajaan Romawi dalam menyampaikan informasi berupa pengumuman tentang peristiwa-peristiwa seputar kerajaan. 

Namun jauh sebelum itu ketika kertas belum ditemukan oleh China orang telah menulis di Daun Papirus terutama di Roma, Mesir, dan Yunani, selain menulis di daun juga di kulit kambing dan lembu hingga ditemukan kertas oleh seorang pegawai istana Kaisar Ho Ti, dan cukup lama bangsa China merahasiakan cara pembuatan kertas kepada dunia.`

Teknik pembuatan kertas baru dikenal orang Eropa pada abad 12 dan mulaih tersebar kertas secara luas, hingga surat kabar tertulis pertama diterbitkan di Vanesia dan Roma sekitar abad pertengahan yang disebut dengan Gazetta. 

Kemudian pada tahun 1450 seorang ilmuwan asal jerman bernama Johann Gutenberg menemukan mesin cetak dan mulaih muncul istilah Press yang sampai hari ini di Indonesia dikenal dengan Pers. Walaupun mesin cetak telah ditemukan, namun surat kabar baru dicetak pada abad 17 di Staarburg pada tahun (1400-1468) dengan nama relation oleh Johan Carolus, dan mulai disusul negara-negara lain di bagian Eropa antara lain Belanda (1618) surat kabar Courante Van Uyt Italien Duytshlandt ec yang diterbitkan oleh Casper Van Hilten. Dan surat kabar lainnya yaitu Tydinghen Uytverscheyde Quartihen pada tahun (1618-1619), kemudian disusul oleh inggris pada tahun (1622) yaitu surat kabar Currant of General News oleh Nicolas Bourne dan Thomas Acher.

Menyusul lagi prancis pada tahun 1641 menerbitkan surat kabar pertama dengan nama Gazette de france penerbitnya adalah seorang dokter bernama Theopraste Renaudof, surat kabar ini adalah milik pemerintahan Raja Louis XIII dan Kardinal Richeliu. Theopraste juga mendirikan biro iklan dengan nama Bereau daddresses. Sedangkan di Italia surat kabar tercetak pertama diterbitkan pada tahun 1626 dan di jerman sebelum tahun 1640 dijumpai 24 surat kabar tercetak mingguan. 

Sekian sampai disisini, untuk menemukan daftar isi artikel dalam blog ini silahkan klik link berikut SITEMAP, dan apabila pembahasan dalam artikel kurang memuaskan para pembaca, maka silahkan sampaikan keluhan anda melalui link berikut CONTAC atau bisa berkomentar pada kolom komentar dibawah artikel ini

Daftar pustaka 

Barus, Willing, Sedia, Jurnalistik Petujuk Teknis Menulis Berita, Jakarta : PT Erlangga, 2010.
Budyatna, Muhammad, Jurnalistik Teori dan Praktik, Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2014 .
Suryawati, Indah, Jurnalistik suatu pengnatar Teori dan Prakti, Bogor : PT Ghalia Indonesia 2011